Make your own free website on Tripod.com
WEB  SITE  nya   402 CREW  LABORATORIUM  KIMIA  ORGANIK  &  ANALISA

 
MENU
 


:Kembali ke menu Utama
:Soal-soal Ujian
:Info terkini
:Lowongan Kerja
:Jokes
:Kritik/saran
 

Renungan 402 Cerita 1: Cerita tentang ikan mas

            Di suatu lautan di daerah Surabaya (tepatnya di kenjeran)  ada dua ekor ikan mas. dua ekor ikan mas ini adalah sahabat dekat yang selalu bersama. Saat mereka berenang di permukaan air laut,  mereka melihat dua mahasiswa itats yang naik perahu dan bercakap-cakap, atau lebih tepatnya berdiskusi tentang pentingnya air bagi kehidupan semua mahluk di bumi ini.

 “iya, memang bener. Semua mahluk di bumi ini sangat tergantung dengan air…” kata mahasiswa pertama. “Betul sekali! Andai tidak ada air, entah apa yang terjadi, wong di itats aja kalo air tidak mengalir kita gak bisa praktikum, kok!” kata mahasiswa II yang kebetulan salah satu asisten 402 Crew. “ Oleh karena itu kita patut bersyukur kepada Tuhan, negeri kita diberi sumber air yang melimpah, jadi kita bisa minum, mandi, dan nyuci pakaian dengan mudah, ikan-ikan dan tanaman kita juga bisa hidup dengan mudah.”

Kedua ikan mas yang berenang di permukaan air laut mendekat ke pinggir perahu dan ikut nguping percakapan kedua mahasiswa tersebut karena mendengar kaum mereka juga disebut-sebut. Setelah perahu  dua mahasiswa itu berlalu, ganti dua ekor ikan mas itu yang berdiskusi:

“Kamu tahu nggak maksud manusia-manusia tadi?” Tanya ikan mas I

“Sedikit, pokoknya mereka menyebut bahwa air itu penting bagi semua mahluk…” jawab ikan II

“Nah! Sama, aku juga nangkapnya seperti itu, bahkan mereka bilang, kita juga sebenarnya butuh air…”

“He-eh,”

“Terus, kamu tahu nggak, air itu apa?”

“Nggak tau. Kamu tau?”

“Sama. Aku juga nggak tau. Apa ya… padahal mereka bilang kalo air gak ada, kita akan sulit hidup,…”

“Alaaah, masa bodo! Yang penting sekarang kita bisa hidup tenang, beres! Masalah air itu urusannya manusia. Gitu aja kok repot…” kata ikan mas II sambil berenang mendekati kura-kura cewek yang selama ini dia taksir…

Ikan mas I tidak begitu saja menerima pendapat ikan mas II, dia merasa selama ini hidupnya masih cukup susah sehingga ada pemikiran bahwa mungkin kalo dia tau air itu apa dan bisa mendapatkannya,  hidupnya akan berubah menjadi lebih baik. Maka Ikan mas tersebut berkeliling ke seluruh penjuru laut kenjeran untuk menanyakan ke semua penghuninya apakah mereka tau air itu apa dan di mana bisa  mendapatkannya. Ternyata semua penhuni laut, mulai dari ikan paus sampai ubur-ubur gak tau menahu dan menyarankan hal yang sama dengan ikan mas II.

Ikan mas I tidak puas. Dia tetap aja kepikiran. Bahkan dia mulai yakin bahwa saat ini dia sangat membutuhkan air itu agar bisa hidup lebih bahagia dan lebih baik dari sekarang. Maka ikan mas I memulai misinya. Dia setiap hari berkeliling pantai kenjeran dengan harapan akan bertemu dengan dua mahasiswa dari itats yang dulu membicarakan masalah air itu.

Hari terus berlalu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Usia ikan mas pun mulai menua, kemampuan renangnya tidak selincah dulu. Namun semangat untuk terus mencari kedua mahasiswa itats masih menggelora. Akhirnya entah karena kasihan atau apa, Tuhan mempertemukan mereka kembali dan memberikan mukjizatnya. Kedua mahasiswa itats itu kembali refreshing di pantai kenjeran dan ikan mas I yang melihatnya langsung sekuat tenaga berenang mendekat ke perahu mereka dan berusaha memanggil keduanya.

 “Hei! Manusia! Tolong! Tolong! Bawa Aku!” teriak si ikan. Karena kuasa Tuhan mahasiswa mendengar dan mengambil ikan mas yang udah tua renta itu. Kemudian si mahasiswa bertanya,

“ Lho, ada apa Pak ikan mas? kok kelihatannya penting sekali. Apa yang bisa kami bantu?”

“ Huh!, huh!, hua…!, sebentar, aku ambil nafas dulu. Aku mau menanyakan sesuatu, huh!..” Kata ikan mas yang tersengal-sengal di telapak tangan salah satu mahasiswa, “ Aku mau tanya ke kamu, air itu apa? Dan di mana aku bisa mendapatkannya? Huuh! Aduuh, aku kok susah bernafas begini? Ayo cepat jawab sebelum aku mati!” si ikan mas mulai menggelepar.

“Lho? Pak ikan mas mau tau di mana air? Lha wong tiap hari air itu ada di sekitar Bapak kok Bapak gak menyadarinya! Tuh, lihat air selautan yang selama ini dianugrahkan Tuhan kepada Bapak!” si mahasiswa menunjukkan air dari atas perahu ke ikan mas I. Barulah saat itu si ikan bisa melihat wujud air secara nyata dan dia sadar seharusnya  dia mengikuti jejak ikan mas II yang mensyukuri karunia Tuhan meskipun mungkin kita tidak tau/menyadarinya. Andai itu yang dia lakukan mungkin dia sudah punya istri dan dua anak dan hidup lebih bahagia. Akhirnya si ikan mati di tangan mahasiswa.

“Wah rejeki, Dar! Bisa buat lauk nanti sore di kos-kosan!” kata mahasiswa ke temannya.


top